Gaji PNS Naik lagi

 

Membaca berita terbaru di surat kabar bahwa gaji PNS akan naik sekitar 15 % merupakan sebuah kesenangan tersendiri bagi penulis. Pertama adalah karena saya adalah seorang PNS, jadi otomatis akan kebagian kenaikan tersebut. Kedua, istri saya juga adalah PNS, maka otomatis keuangan keluarga akan tambah meningkat. Tapi, ironisnya, dibalik kenaikan itu saya juga merasa miris karena biasanya beberapa minggu bahkan beberapa bulan sebelum kenaikan gaji tersebut terealisasi, harga-harga barang kebutuhan sudah duluan naik. Yang kena bukan hanya PNS saja, tapi juga seluruh lapisan masyarakat kena imbasnya. Alhamdulillah kami-kami yang PNS ini terbantu dengan kenaikan gaji, tapi saudara-saudara kami yang bukan PNS menanggung beban yang lebih berat. Karena harga naik, sementara penghasilan mereka belum tentu naik.

Jadi seperti relative tak berpengaruh sebenarnya bagi PNS tersebut mendapatkan kenaikan gaji, karena dibarengi atau bahkan didahului oleh kenaikan harga bahan kebutuhan. Yang justru paling merasakan pengaruhnya adalah masyarakat kecil yang penghasilan nya tak seberapa bila dibandingkan dengan kenaikan harga yang terjadi. Kadang saya sendiri merasa malu dan merasa tidak enak pada keluarga ataupun saudara yang non PNS jika ada kenaikan gaji teh. Mau disembunyikan, wong sudah digembargemborkan di media massa kok ya pasti tahu. Mau bilang-bilang sama mereka, sama saja dengan memberi harapan pada mereka untuk sama-sama menikmati kenaikan tersebut, atau istilahnya kabagean ngasaan dalam bahasa sundanya mah. Padahal untuk kepentingan kita sendiri kadang masih kurang.

Mungkin ada baiknya jika memang akan ada kenaikan gaji untuk PNS, pemerintah tidak usah meneriakkannya ke media massa sehingga semua orang tahu. Karena jika semua orang tahu PNS akan naik gaji, mereka (para spekulan dan pelaku ekonomi) sudah ancang-ancang menghitung margin keuntungan yang akan dinaikkan untuk barang dagangannya. Sudah saja pemberitahuan di atas kertas bahwa gaji naik, PNS terima beres saja dari bendahara atau langsung di rekeningnya. Jadi mungkin tidak akan menimbulkan riak-riak di masyarakat.

Ini juga Cuma opini saya pribadi kok. Mungkin pemerintah punya pemikiran dan dasar teori lainnya yang lebih cerdas dari saya. Who knows??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: